12 September 2011

Budaya kolonial masih melanda Indonesia

Saat kita mendengar seseorang yang terpandang karena kesohoran budi pekerti dan agama orang-orang berbondong-bondong untuk bisa mengenal dengan lebih dekat seperti halnya keshalihan para ulama.

Kolonial Belanda menggunakan cara licik untuk membagi masyarakat ke dalam kelas kasta. Para ulama yang menyerukan persamaan derajat di mata Alloh mereka musuhi dengan politik devide et empera.

Pemberian gelar untuk kalangan masyarakat tertentu (tuan tanah) seperti "Raden", "Nyi Mas" dll wajib membayar upeti kepada kolonial sebagai cara bergabungnya orang tersebut menjadi bagian dari antek-antek kolonial Belanda.

Maka anda jangan heran atas gelar yang disematkan pada diri seseorang karena itu hanyalah bagian dari kolonial untuk membedakan antara para pejuang kemerdekaan dan antek-antek kolonial belanda.

0 komentar: